“Anak perempuan tunggal”

aku anak perempuan tunggal di keluarga ku baru ngomong gitu aja udah berat yaa.anak tunggal itu sedih dan sepi ini aku sih ya nggak tau kalian gimana. Pertama karna aku bukan anak yang terbuka dan nggak bisa schearing apapun keorangtuaku jadi ya apapa pendam sendiri, itu kenapa aku iri banget sama teman teman yang punya kaka dan abang yang bisa mereka aja schearing atau cerita. Kedua kita tau anak tunggal itu satu satunya. Satu-satunya harapan kalau aku nggak bisa banggain orang tua aku nggak ada lagi yang bisa mereka banggain, kalau aku bikin kecewa orang tua aku nggak ada lagi yang bisa bikin mereka bahagia.Salah satu kesan yang menyeramkan bagi anak tunggal adalah ketika ada orang berkata “ MINTA ADIK”. ada juga tren yang terkenal bagi anak tunggal yakni anak minta adik dan itu sering banget terjadi padaku. Nggak tau kenapa seiap orang mengetahui kalau aku anak tunggal pasti bilang seperti itu, dan aku Cuma bisa tersenyum mendengar ucapan seperti itu. Terlepas dari pertanyaan tersebut masih banyak hal yang ku alami sebagai anak tunggal. Yang pertama anak tunggal itu tidak boleh kemana-mana disini aku tidak dibolehin kuliah di luar kota, ini beneran terjadi padaku. Saat itu dikala semua anak-anak masuk ke kampus unggulan tapi aku harus melepas peluang yang sudah aku genggam. Semua itu ku lakuin karena aku tidak dapat izin kuliah di luar kota, larangan dari kedua orang tuaku, terus membuat ku tidak bisa apa-apa dengan ikhlas aku untuk tidak kuliah di luar kota. Selain itu aku di batasin untuk pergi jauh-jauh, nasiblah dari anak tunggal selanjutnya adalah sering kali merasakan kesepian.
Selama ini memang kesepian sering datang menghampiri tapi setidaknya kesepian itu ada penawarnya. Meski tidak mempunyai adik tapi yang aku anggap adik sudah banyak, iya memang tidak adik kandung tapi adik dari anak ante- anteku. Kehadiran keponakan – keponakan tersebut mampu menjadi teman ketika aku sedang kesepian dan ini suatu keberuntungan.
Begitulah sebagian ceritaku sebagai anak tunggal, adakalah menjadi anak tunggal itu ada enak dan tidak enaknya. Terlepas dari beberapa nasib menjadi anak tunggal, aku masih beruntung hidup bersama kedua orang tua ku yang sangat sabar merawat, dan menyayangi aku.
jadi gimana pun caranya aku harus berhasil. ngomongin keberhasilan sampe hari ini aku belum tau arah tujuan aku sekarang kemana. Anak tunggal tu capek tau jadi nggak cuman anak sulung, bungsu atau anak tengah aja yang berat. Semua punya tekanan masing-masing. Kalau dipikir-pikir lucu, mereka banyak yang iri sama aku, padahal mereka nggak tau seberapa irinya aku ngelihat mereka yang punya saudara terlepas dari kasih sayang orang tua yang tak terhingga. Pengen ngerasain punya abang yang bisa jagain aku, pengen punya kaka yang bisa bertukar cerita dan pengen punya adik yang bisa aku ajak main. Pengen punya tempat buat sekedar bagi cerita aku karna dengan orang tua aku nggak pernah bisa.
Orang bilang enak ya jadi anak tunggal. Dimanja, minta apa aja pasti dikasih. Tapi menurut aku anak tunggal adalah anak yang mandiri, karna apa apa kita harus mengerjakan itu sendiri. Aku nggak pernah minta bantuan kakak untuk mengerjakan tugas, tugas serumit apapun dikerjain sendiri ya karna aku ngga punya kakak. Aku nggak pernah minta anak jemput abang kalau kemana mana selalu bisa sendiri, karna ya aku nggak punya abang. Dan aku bisa ngelakuin semua hal yang aku mau tanpa perlu takut ada adik yang lapor ke orang tua dirumah. Aku bisa menyelesaikan masalah aku sendiri. Jadi anak tunggal ga seenak yang kalian bayangkan, kita dituntut untuk jadi versi terbaik didiri kita sekalinya kita bikin kecewa orang tua anak mana lagi yang bisa bikin mereka bangga, sekalinya kita buat mereka sedih anak mana lagi yang buat mereka senang, sekalinya kita buat kesalahan anak mana lagi yang bisa mereka andalkan. kita dituntut, dituntut harus bisa sukses. Kita dituntut untuk gak membuat mereka kecewa karna kalau bukan kita siapa lagi mereka harapkan. Sebagian orang pengen jadi anak tunggal, ngerasa kalau anak tunggal tuh gak ada beban, sementara disisi lain sebagian anak tunggal ngerasa beban mereka semakin besar setiap harinya. Semua sudah cukup sudah sesuai porsinya, yang membedakan adalah cara kita bersyukur. Yang punya saudara bersyukur karna punya saudara bisa berbagi sedih dan senang, berbagi pakaian, berbagi makanan, bercerita bagaimana kamu ketemu cinta pertama kamu, minta tolong bukain pintu kalau kamu telat, berbagi banyak hal. Yang anak tunggal juga bersyukur karna walaupun kita gak punya saudara kita jadi satu satunya yang paling dekat sama orang tua kita nikmati saja bahagia kita masing masing. Aku tu sebenarnya cengeng banget suka nangis sendiri apalagi udah mikirin masa depan. takut Banget takut ngga sukses, padahal beruntung nya aku, aku punya orang tua yang nggak nuntut aku untuk jadi apa yang mereka mau, jadi kalau aku pengen nya kayak gini Oke jalani mereka selalu suport apapun pilihan aku. Do’ain aku ya semoga apapun jalan yang aku ambil Tuhan selalu jagain aku dan aku bisa bahagiain kedua orang tua aku dan semoga mereka sehat selalu.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai